Jumat, 02 Juli 2010

Cempedak Berbuah Nangka?

Dari dulu saya selalu bingung dengan pepatah di atas. Apa maksudnya cempedak berbuah nangka? Bukankah cempedak adalah nangka dan nangka adalah cempedak? Kenapa pula harus dibuat peribahasa seperti itu?

Dengan agak malu, di tulisan ini saya harus mengakui kalau saya baru tahu bahwa cempedak dan nangka tidaklah sama, melainkan memang dua jenis buah yang berbeda walaupun memang memiliki beberapa kemiripan. Setelah hidup selama 27 tahun barulah saya mengetahui fakta itu. Bukan lewat google ataupun ensiklopedia, melainkan lewat sebuah jalan-jalan sore yang menyenangkan di pertengahan Januari 2010.

Sore itu matahari masih begitu terik dan saya bosan setengah mati tidak tahu mau melakukan apa. Buku-buku yang saya bawa sudah habis dibaca, TTS sudah penuh terisi, baterai HP dan Laptop sudah kritis. Beruntung 2 sahabat sesama "penjaga" Puskesmas Ulu Talo menawarkan untuk ikut ke Mekar Jaya, desa yang berjarak kurang lebih 5 km dari tempat saya tinggal. Mau mencari cempedak katanya. Aha! Kebetulan sekali, rasa penasaran saya akan "cempedak berbuah nangka" bisa terjawab dan saya selamat dari "bencana mati gaya" sore itu. Yap, akhirnya saya putuskan untuk ikut.

Setelah melewati jalanan tanah dan berbatu mobil pusling kami akhirnya menepi di sebuah rumah kayu yang nyaman. Kami disambut seorang pria muda berwajah serius yang langsung mengenali 2 sahabat saya. Sedikit basa-basi, agak malu-malu kami utarakan maksud kedatangan kami mencari (baca: meminta) cempedak. Wajah tuan rumah terlihat agak menyesal karena sepertinya tamunya akan kecewa. Musim cempedak sudah hampir berakhir dan tidak banyak buah yang tersisa. Sejenak ia ke belakang rumah dan kembali dengan 4 buah cempedak matang.

Wow...jadi ini yang namanya cempedak! Ternyata memang berbeda dengan nangka. Ukuran cempedak jauh lebih kecil, bentuknya lonjong dan kulitnya lebih tajam. Coba saja lihat foto di bawah ini...
Lihat lebih dekat...


Hal yang membuat saya sangat tertarik sekaligus terkaget-kaget tentang cempedak adalah cara membukanya yang unik dan beda. Sangat beda dengan cara mengupas nangka.

Pertama, kulit cempedak dibelah memanjang di bagian tengah:
Kedua, bagian yang sudah dibelah ditarik dengan kedua tangan dengan arah berlawanan secara perlahan.Terlihat daging buah menempel ke semacam tangkai seperti susunan buah anggur.

Ketiga, perlahan buah dikeluarkan dari kulitnya dengan cara memegang tampuk buah dan menarik ke atas perlahan-lahan.
Nah, sekarang buah siap dinikmatiUkuran isi buah cempedak jauh lebih kecil daripada nangka, hanya sedikit lebih besar dari buah anggur. Rasanya sangat manis, daging buah lebih berserat dan berair dari pada nangka.

Itulah pertama kali saya melihat dan memakan buah cempedak, mudah-mudahan lain waktu saya berkesempatan kembali mencicipi buah beraroma manis tersebut.

Sayang sekali, sampai sekarang saya masih belum menemukan arti pepatah "cempedak berbuah nangka". Kali ini, mungkin lebih baik saya bertanya ke om google saja :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar